1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar


Curhat Asmara Pasangan Blogger

Blogger memang ada-ada saja.
Katanya lewat blog bisa menemukan cinta, jodoh, teman tapi mesra atau apalah itu sejenisnya.

Saya sih gak paham soal begituan, makanya saya mau undang teman-teman buat dateng di acara talk show “Curhat Asmara Pasangan Blogger” yang diselenggarakan oleh komunitas blogger yang eksis itu (Cahandong) pada tanggal 12 Juni 2009 pukul 18.30. Acara ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Festival Komputer Indonesia di JEC, Yogyakarta.

Yuk dateng yuk! Siapa tau ketemu saya ^_^

Mr.Blue

“Mas, Tolong pasangkan lagu Mr. Blue!” teriak seorang pria setengah baya dari sudut kursi kepada pelayan kedai kopi. Pria itu tampaknya resah dengan apa yang sedang dia pikirkan. Sebentar wajahnya menoleh keluar, sebentar dia menikmati hisapan rokoknya, sebentar dia memperhatikan coklat panas kegemarannya.

Kedai kopi itu dulu sering saya kunjungi dikala senja tiba, hanya untuk menyegarkan suasana setelah bekerja dari pagi. Hampir seluruh pelayan mengenal saya, bahkan mereka tak pernah lagi memberikan daftar menu kepada saya. Mereka hanya bertanya “Hari ini mau yang panas atau yang dingin mas?” dan saya cukup menjawab “hari ini saya sedang dingin, tolong dipanaskan”. Mereka akan mengerti apa yang saya mau.

Tak lama, lagu yang diminta oleh pria tadi pun terdengar perlahan. Suara saxophone yang terdengar diawal, seperti meminta perhatian dari kuping saya dan disusul dengan suara vokalis yang lembut membuat saya tenggelam dalam lagu itu. Akhirnya saya pun memperhatikan tiap lirik yang dilantunkan penyanyi itu selama 4 menit. Saya pun langsung jatuh hati pada lagu itu, padahal baru pertama kali saya mendengarkan lagu itu.

Setelah lagu itu selesai, pria tadi langsung bergegas beranjak dari tempat duduknya dan segera membayar apa yang telah dia nikmati pada saat itu. Melihat wajah pria tadi dan apa yang telah dia nikmati saat duduk dikursi itu, saya jadi paham apa yang sedang dia rasakan hingga dia resah atas pikirannya sendiri.

Hujan malam ini, membuat saya ingin kembali bernostalgia dengan lagu itu yang ditemani oleh coklat panas dan berharap hujan segera berhenti.

 

Michael Franks - Mr. Blue
We touched like watercolour fawns
In landscapes painted by Cezanne
Like lovers floating painted by Chegall
But you and I were you-I then
We thought the rush would never end
We thought the sky, the sky would never fall
We lived we loved we laughed we cried
We’ll never die, and now I think of you
And I change right into Mr Blue
You say your lover buys you lace
I say he’s fine, I like his face
I guess you still think love will conquere all
I know, but it’s not what you think
I only hope it stays in sync
I only want, I want to wish you well

Ndobosi Jeni

seorang pilot memiliki co-pilot untuk membantu melihat keadaan cuaca.
seorang pembalap memiliki navigator untuk membantu melihat arah jalan didepan.
seorang supir bus memiliki kondektur untuk membantu menagih ongkos penumpang.

lalu, apa gunanya lelaki yang kita ketahui bisa melakukan segalanya itu masih saja memperistri seorang wanita, apalagi hingga sekarang masih tetap dengan yang satu itu?

SELAMAT ULANG TAHUN LAE!
SELAMAT ULANG TAHUN PERKAWINAN JUGA BUAT KALIAN BERDUA!

Kesempatan

Dini hari ini ada yang terpintas lagi dipikiran saya:

1. Sudah berapa kali saya mendapatkan kesempatan selama hidup ini?
2. Siapakah yang memberikan kesempatan itu?

Coba menjawab pertanyaan pertama.
Hitung.. hitung.. hitung dan ingat.. ingat.. dan mengingat..
Ternyata banyak kali, saya tidak dapat mengingatnya lagi, saya tidak dapat menghitungnya lagi.

Kemudian lari pada pertanyaan kedua.
Ada dua hal yang terlintas untuk menjawab pertanyaan itu, pertama adalah manusia dan kedua adalah Tuhan. Lalu berpikir kembali, jika manusia yang memberikan kesempatan sebanyak itu “apakah mungkin?” dan jika Tuhan yang melakukan hal itu “apakah mungkin?”. Suara dari telinga sebelah kanan tiba-tiba menjawab “Mungkin! Dia kan baik dan segalanya mungkin bagiNya”.

Bagaimana ini? Bersyukur saja baru secuil.
Berapa kesempatan lagi yang mesti saya lewati?

Tidak lama kemudian saya mengingat kata “kesempatan” pada aksi sosial yang digerakkan oleh Nia dan Hanny. Aksi itu dinamai Coin a Chance, aksi sosial yang berasal dari hal kecil, spontan dan dilakukan dengan sukarela. Kedua gadis ini tampaknya ditunjuk Tuhan untuk menjala manusia khususnya blogger untuk tidak melewati kesempatan ini. Iya, meskipun aksi ini tampak kecil, sepertinya ada rencana besar dibalik kesempatan ini.

Apakah semua yang saya pikirkan tadi sama seperti yang kalian pikirkan?
Atau cuma saya saja yang terlalu ngelantur untuk berpikir pagi buta seperti ini?

Si Mbok Venus

 

Dia masih menjadi seorang dewi
meski bukan bagian dari mitologi Romawi
tapi dia bagian dari jejaring internet.

Dia masih menjadi seorang dewi
meski tak identik dengan Aphrodite dan Etruscan deity Turan
tapi dia identik dengan Twitter, Plurk, Facebook, Blackberry, Ipod dan angkotnya.

Kini dia menjadi Venus Genetrix
atau yang lebih kita kenal dengan sebutan “Si Mbok Venus”
berperan sebagi ibu dewi untuk precilnya
dan pendamping rumah tangga untuk sang juragan.

Kini dia menjadi bintang paling terang
karna sinarnya dari sang juragan
karna kasihnya untuk teman
dan hidupnya bukan lagi angan-angan.

Selamat ulang tahun mbok, kapan kita lihat meteor?

Tidak lagi

Pagi menjelang siang ini saya harus berada disebuah antrian yang bernomor urut. Setelah mendapatkan nomor antrian saya pun dipersilahkan duduk di sofa empuk berwarna merah yang panjang. Tak lama menyandarkan punggung pada sofa, terdengar sayup-sayup sebuah lagu,

Maybe I didnt treat you
Quite as good as I should have
Maybe I didnt love you
Quite as often as I could have
Little things I should have said and done
I just never took the time

Baru saja menikmati lagu itu, tiba-tiba terlintas satu hal yang semalam ditanyakan oleh seorang teman.

kok bisa tahan, gimana caranya sih?

Malam itu saya tak punya jawabannya, saya hanya melemparkan senyum, berkata yang bukan jawaban sambil bertanya-tanya “bertahan dalam hal apa yah? Ah.. mesti soal itu..”. Antrian masih lama, saya coba berpikir untuk mencari jawaban, siapa tahu hari ini dia menanyakannya kembali. Tak lama saya teringat wawancara yang dilakukan oleh Farhan kepada Bob Sadino disebuah acara televisi.

Ada 1 pertanyaan yang mungkin cocok dengan pertanyaan teman saya itu. Farhan sempat bertanya “Apa yang membuat bisnis Anda itu bisa sukses dan bisa bertahan sampai saat ini?” Bob menjawab sepenggal, “Tidak usah berharap.” Farhan kemudian mengarahkan mukanya pada kamera sambil berharap Bob memberikan penjelasan yang panjang. Bob pun mengerti dan melanjutkan perkataannya “Heeeh.. Han, saya itu melakukan segala sesuatu sungguh-sungguh dan tidak pernah berharap. Kalau saya berharap, kemungkinan dari dulu-dulu saya sudah kecewa dan tidak seperti saat ini.” Dia berbicara dengan logat Sunda, sambil menambahkan “Lihat saja istri saya, sampai sekarang belum ganti-ganti kan?” Lalu mereka berdua tertawa.

Ah, mungkinkah ini jawabannya? Apakah saya tak perlu berharap atas apa yang saya miliki dan yang telah saya lakukan? Mengingat karakter saya tak mungkin seperti itu. Tapi rasanya saya harus mencobanya!

Kemudian pertanyaan itu pun tak lama hilang, dan lagu tadi terdengar kembali.

Maybe I didnt hold you
All those lonely, lonely times
And I guess I never told you
Im so happy that youre mine
If I make you feel second best
Girl, Im sorry I was blind

Lagu itu terputus kembali setelah mendegar suara robot, “Nomor antrian 507, silahkan menuju loket 5.”

Merry Christmas

Perjalanan Visual

If you want to understand today, you have to search yesterday.

Penggalan kata yang pernah disebutkan oleh Pearl Buck tersebut, mengingatkan saya bahwa di sinilah blog dapat berperan. Dengan menuliskan cerita perjalanan hidup kita di blog, suatu saat nanti kita dapat belajar dan bercermin dari apa yang telah kita lewati dimasa lalu. Apalagi dengan mesin blog kita dapat melakukan pencarian dari kejadian yang pernah kita tuliskan dimasa lalu dengan mudahnya.

22 November 2008 kemarin saya mendapatkan hadiah istimewa dari panitia Pesta Blogger 2008, sebuah telepon genggam bermerek Nokia seri N95 dengan kapasitas 8GB. Hadiah ini merupakan penghargaan terbaik yang diberikan panitia atas pembuatan logo Pesta Blogger 2008 untuk saya. Ini bukan pamer, tapi dengan segala kerendahan hati, saya ingin mengapresiasikan kebahagian atas hadiah yang telah diberikan panitia. Thanks, sob!

Lalu, dengan bermodalkan hadiah tersebut, akhirnya saya membuat blog baru dengan nama .mobile. Ini merupakan ruang bermain baru dari hasil perjalanan visual yang akan saya tangkap melalui N95. Disamping mendukung hobi saya untuk foto-foto, mudah-mudahan apa yang terekam dalam perjalanan visual ini juga bisa mengajarkan saya dimasa yang akan datang.

Silahkan dikunjungi walapun hasilnya masih seperti pemula dan terlihat narsis. Monggo..

Novita Kristiana Hutabarat

Novita

Berparas remaja
Bertingkah lasak
Bersuara lantang
Namun kedewasaannya mengalahkanku

Selamat panjang umur sayang, jangan pernah berhenti mengajariku.

Ps: Malam ini kau anggun sekali.

Mengenalmu

Maaf postingan ini saya tutup untuk sementara dalam waktu yang tidak ditentukan. Untuk hina-hinanya dipending dulu yah sampai postingan ini dibuka kembali hahaha. Puas lo!

—————————–

Teruntuk Novita Kristiana Hutabarat, happy birthday dear!