1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Photos-Gage


Archive for the ‘Experience’ Category

Merry Christmas

Ngisengin Pesta Blogger 2008

Awal juli kemarin, ketua kelas Pesta Blogger 2008 menyiarkan perihal bantuan rekan-rekan blogger untuk membuat logo dan tombol untuk PB2008 nanti. Iseng-iseng saya coba buat 2 logo, tanpa filosofi tanpa cerita latar belakang, silahkan nikmati dan dikritiki saja.

2 contoh logo PB2008

Contoh logo dan tombol PB2008 dalam aplikasi

Lantas, apa yang saya minta jika logo ini jadi dipakai? Ah, saya sama seperti saudara-saudara sekalian. Saya cuma minta Luna Maya dihadirkan dalam PB2008. Oh iyah, kalau ada yang mau coba ngisengin Pesta Blogger 2008 silahkan baca aturannya yah.

Ps: foto Lydia & Wicak dipinjam dari flickr Satya

Update (7 Agustus 2008): Ternyata logo yang saya buat ini tidak sia-sia, dan logo ini berhasil terpilih sebagai logo resmi untuk Pesta Blogger 2008. Terima kasih untuk panitia PB2008. Mariiii kitaaaaa ramaikaaaaannnn…

Kencan yang terlupakan

Sudah lama saya tidak berkencan yang terencana dengan seorang wanita. Ntah, bagaimana aturan dalam berkencan pun saya sudah tak paham. Bagaimana cara merayu wanita untuk berkencan pun saya sudah tak mengerti. Pikiran saya cuma mengatakan bahwa kemungkinan besar cara berkencan di jaman sekarang ini sudah berbeda dengan jaman dulu. Lihat saja gaya pacaran muda mudi jaman sekarang, menurut saya cukup ekstrim bergaya pacaran dengan usia belia seperti itu.

Kamis malam tepatnya, saya memberanikan diri sambil menekan tombol-tombol kecil dengan jempol untuk mengirimkan pesan elektronik kepada seorang wanita disana. “Mbakyu, sabtu ada kencan ga?” itulah pesan singkat yang saya kirimkan. Awalnya kata kencan itu cumalah sindirian semata karna beliau sempat menyindir saya soal tidak berani mengajak kencan seorang wanita. Apalagi setelah melihat sindirian tersebut kawan-kawan itu mulai mengolok-olok dengan sebutan “Cemen”. Ah biarkan saja mereka, saat ini saya memang berniat mengajaknya berkencan dengan sajian utama kencannya adalah melihat pemutaran film Iron Man di kota metropolis sana karena dikota saya belum kunjung di putar.

MbakDos, sapaan yang dikenal di dunia blogosphere inilah wanita yang saya ajak kencan itu. Konon, banyak kaum adam didunia blogosphere ini yang mengagumi dirinya. Siapa yang tidak kagum dengan dirinya? Berparas cantik, pintar dan modern saya kira ketiga faktor itu cukuplah untuk menjadikan beliau idaman para adam. Untuk faktor-faktor lainnya silahkan anda bekenalan dan cari tahu sendiri, saya tidak mau menuliskannya disini nanti hidungnya bisa kembang kempis. Jangan pula pernah membandingkan beliau dengan Dian Sastro, Sandra Dewi apalagi Dewi Persik karena anda tidak akan menemukan nilai golden ratio disana.

Nekat, mungkin itu kata yang tepat jika anda mengetahui saya mengajak kencan idaman kaum adam itu. Memang begitu, karena disaat berbalas surat elektronik pun saya sempat menuliskan “… sekalian uji nyali”. Maaf juga buat pengagum yang lain, kalo saya sudah berani mengajaknya ’salam damai’ saja.

Singkat cerita, akhirnya kami memutuskan untuk pergi berkencan pada sabtu sore tepatnya tanggal 3 Mei 2008 karena inilah waktu yang cocok untuk berkencan seperti orang-orang yang berpasangan seperti biasanya. MbakDos minta di jemput dirumahnya sebelum pergi ketempat tujuan, dan minta mengembalikannya kesedia kala. Ah, apa boleh buat mungkin ini yang sering dilakukan orang-orang saat berkencan lagipula layaklah saya memperlakukan beliau seperti itu.

Kencan istimewa yang pernah terlupakan, mungkin itulah kalimat yang cocok dengan pertemuan saat itu. Kenapa bisa begitu? Awalnya saya juga tidak pernah terpikir untuk menggunakan kalimat itu. Saya merasa yang saya lakukan pada saat itu hanyalah biasa saja, wajarlah jika seorang pria menjemput seorang wanita yang diajaknya dan kemudian mengembalikannya karena dia sudah dijemput sebelumnya. Wajarlah, jika saya mandi sebelum berangkat menjemputnya karena saya tidak mau mempermalukan beliau diluar sana. Wajarlah, jika saya menggunakan pewangi kerena kemungkinan pada saat pemutaran film nanti duduk kami bersebelahan. Wajarlah jika saya membayarinya sebuah tiket masuk karena saya yang mengajaknya, itu pun terhitung gratis karena kami menggunakan fasilitas “buy one get one”.

Lalu kenapa saya menemukan dan menggunakan kalimat diatas? Aha, saya baru menyadari kalo saya pergi berkencan dengannya menggunakan kemeja berlengan panjangan, celana jeans, dan sepatu. Terkaget-kagetlah jika anda yang biasa melihat saya dengan menggunakan celana pendek, berkaos dan sandal. Kostum dengan kemeja lengan panjang, celana panjang dan sepatu biasanya hanya saya gunakan pada perhelatan resmi seperti bertemu calon client, jadi pembicara, undangan perkawinan dan pergi kegereja. Dimana semua kegiatan itu jarang sekali saya lakukan, keseharian saya bekerja di ‘ntah rumah ntah kantor’ hanya menggunakan celana pendek, kaos dan telanjang kaki. Oleh karenanya beberapa kemeja lengan panjang itu biasanya tergantung dalam bungkusan plastik setelah di cuci di tempat jasa penyucian dan jarang sekali keluar dari lemari pakaian.

Saya memilih menggunakan kemeja dengan lengan panjang itu karena memang saya ingin memperlakukan beliau dengan istimewa dan tidak ingin mengecewakan pengagum beliau yang lainnya. Lagipula wajarlah saya menghormati beliau karena sudah mau menerima tawaran kencan ini.

Kemeja itu sudah lama tidak saya gunakan untuk menutupi badan ini, sama seperti saya sudah lama tidak memilih untuk memperlakukan wanita seperti saat itu. Untuk itu saya ingin mengucapkan banyak terima kasih untuk MbakDos yang sudah menyadarkan saya saat itu untuk memperlakukan wanita dengan pernuh kehormatan.

Kemeja itu kini saya gantungkan kembali menunggu kencan yang pernah terlupakan.