1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Photos-Gage


Archive for the ‘Friends’ Category

Pecas Ndahe Batubara

Ki Sanak kenal lelaki yang dijuluki Ndorokakung itu?

Iyah betul!! Lelaki nakal yang terkadang kurang kerjaan mengisi blognya dengan gosip-gosip yang lawas. Apakah Ki Sanak sudah mengetahui kalau hari ini adalah hari yang berbahagia buat dirinya? Iyah, hari ini lelaki nakal itu ulang tahun, memperingati kehidupannya yang sudah 43 tahun.

Lantas apa yang istimewa?

Ah, pertanyaan yang bagus Ki Sanak! Bukankah peringatan ini akan dilalui tiap tahunnya? Betul, tapi ada yang istimewa untuk saya ditahun ini dari beliau. Ditahun ini saya mulai banyak belajar dan mengenal beliau meski tak sebanyak kawan-kawannya itu. Diranah blog, awalnya saya mengenal beliau sebagai Lelananging Jagad. Dilihat dari gaya tulisannya saya hampir mempercayai bahwa beliau adalah “si pematah hati“.

Namun setelah semakin mengenal beliau, kini gambarannya sebagai “si pematah hati” sudah hilang dari otak saya. Kini saya melihat tulisan-tulisannya itu adalah sebagai media percobaan untuk menceritakan berbagai hal dengan sudut pandang yang tak terkira. Karena jika dilihat dari kehidupan aslinya, beliau ini sangat mencintai keluarganya. Dengan dianugrahi 2 orang anak yang menggemaskan dan 1 istri cantik, saya berhasil melihat sisi “lebay”-nya. Bahwa dia selalu berusaha menjadi ayah yang bijak sekaligus suami yang setia. Selamat ulang tahun Ki Sanak!

Semoga ditahun-tahun berikutnya, hidupmu bisa mengajari saya yang masih kinyis-kinyis ini.

Ps: Kapan kita ke Cimory lagi?

El Zamaroni & Carolsari

Ini bukan adegan film romantis Mexico.

dsc_0392.jpg

Malam pergantian hari itu El Zamaroni hanya dilengkapi senjata pita merah jambu yang terikat ditangan, kue tart strawberry yang dilengkapi dengan 5 batang lilin kecil dan tak lupa alat komonukasi pemberian Dagdigdug. Kegagahan, keberanian dan suka Jengjeng El Zamaroni mengingatkan saya pada El Mariachi pada film Desperado.

dsc_0393.jpg

Jika dimalam itu anda bersama saya melihat adegan itu, mungkin anda berkata sama dengan saya “Super sekali pria itu!”. Iyah, itulah yang terlintas dibenak saya ketika itu. Buat saya, malam itu El Zamaroni sudah membuktikan bahwa tak ada yang tak dapat dilakukan oleh pria jika dia sungguh-sungguh. Saat itu ternyata El Zamaroni sudah membuktikan kesungguhannya kepada Carolsari, wanita yang dulu pernah mengobatinya.

dsc_0397.jpg

Ntah apa yang dirasakan Carolsari pada malam itu, terkejut? sedih? senang? gembira? atau mungkin bercampur karena malam itu menjadi awal pembukaan hari baru bagi dirinya. Tak ada lagi yang bisa saya katakan karena saya pun ikut senang pada malam itu.

dsc_0406.jpg

Untuk Carolsari, tak ada yang bisa aku lakukan untukmu kawan!  Aku cuma bisa menghadirkan El’s untukmu dan Buscemi sebagai bonusnya, semoga kau bahagia!

2.jpg

 

dsc_0390.jpg

 

7 alasan mengapa Doraemon menyukai Dorayaki

emonyaki

 

1.  Manis, karena dorayaki terbuat dari 2/3 sendok gula dan 340 gram anko.

2. Teksturnya yang lembut membuat Doraemon selalu berliur jika melihatnya.

3. Mirip dengan kue Jepang yang disebut Kastela karena adonannya mengandung madu.

4. Dalam keadaan panas, ternyata Dorayaki bisa menjadi penghagat jiwa yang beku.

5. Bentuknya lucu seperti Gong, yang dalam bahasa jepang dapat diartikan sebagai Dora.

6. Harumnya yang mengundang selera membuat Dorayaki tidak bisa bersembunyi dari Doraemon.

7. Dorayaki dijadikan sebagai ucapan kasih oleh pendekar Saito Musashibo Benkei.

 

Untuk doraemon kami! Meski hari terus berganti dan umur kita semakin bertambah, tetaplah menyukai dorayaki meski Luna Maya pernah dihati.

 

Ps: Jika Dorayaki itu bisa berbicara apakah dia suka dilahap oleh Doraemon?

Kalian!

 

Friendship

 

Dunia itu besar, persahabatan yang membuatnya kecil

 

sumber gambar: stockxpert

Chika Lane

Anda punya blog? Berdomisili di Jakarta atau sekitarnya? Sudah pernah kopdar? Sudah pernah ketemu Chika? Ah, Anda tak perlu mengaku-ngaku sebagai blogger yang sudah pernah kopdar kalo belum pernah ketemu gadis ini. Disini saya mau sedikit berbangga karena saya punya blog dan sudah pernah ketemu Chika. Meski pertemuan pertama kami itu tidak direncanakan tapi kami anggap kami berdua sudah pernah kopdar.

Setelah pertemuan pertama itu terjadi, ternyata komunikasi antara saya dengan gadis itu pun makin intensif. Komunikasi itu biasanya kami lakukan pada malam hari, selepas jam kantor pada umumnya atau ketika gadis ini sudah tiba dirumahnya. Padahal sebelumnya aku tak pernah kenal dengan dia, hanya kenal namanya dari kawan-kawan saja. Ternyata komunikasi yang kami lakukan melalui Yahoo Messenger itu membawa banyak cerita dan saya pun semakin kenal dengan sifat gadis ini.

Ternyata ada yang unik dari sekian banyak cerita. Dia bercerita tentang banyaknya kemauan yang ingin dilakukan, banyak hal ingin dia coba, banyak hal yang ingin dia bisa hingga bakat “jari ganas” yang dia punya. Mungkin karena keterbatasan waktu dan hal lainnya dia merasa sulit menggapainya. Tapi ada satu hal yang ingin dia bisa saat ini dan dia bertekad untuk bisa dalam waktu cepat. Dia ingin bisa menguasai aplikasi Adobe Photoshoop, “Gw pengen bisa Photosop Ge! Jadi bisa edit-edit foto” itu katanya. Dia pun meminta saya untuk mengajarinya dan saya pun sangat senang mengajarinya karna dia punya semangat yang sangat menggebu-gebu.

Kursus online pun kami lakukan dimalam hari, dan saya mulai mengajarinya dari awal hingga bagaimana cara menggunakan beberapa perkakas Photoshop. Tak heran, dengan semangatnya yang menggebu-gebu dan kepintarannya itu kursus pun berjalan dengan lancar dan cukup singkat. Malam ini adalah malam kedua kalinya kami berdiskusi tentang hasil kursus itu. Anda tau di hari kedua ini dia sudah menghasilkan apa? Silahkan lihat lampiran foto dibawah ini.

Jika Anda sudah melihat gambar itu, apakah saya sudah pantas memberikan sertifikat kelulusan padanya? Atau mungkin saudara Herman sudah harus mewaspadainya?

Sir Mbilung MacNdobos

Rudyanto namanya, sebenarnya sungkan saya menyebut namanya karena di adat saya sebenarnya pantang untuk menyebutkan nama orang tua sembarangan. Tapi apa boleh buat disini saya mau mencoba menuliskan sedikit tentang beliau dari cara pandang saya. Semoga sampean tidak keberatan tuan! dan jangan kutuk saya!

Di kancah blog ini masih ada yang belum kenal beliau? Coba sana cari tau tentang dirinya! tapi sebelum anda mencari tahu tentang beliau ada baiknya habiskan dulu membaca tulisan ini. Lalu silahkan anda berkomentar apakah pendapat kita sama tentang dirinya? Jika sudah kenal beliau anda tak perlu repot membaca habis tulisan ini, silahkan saja langsung sebutkan kata-kata apa yang dikepala anda tentang dirinya.

Baiklah, saya akan memulainya.

Mulanya saya tak pernah kenal dirinya, mengunjungi blognya pun tak pernah. Silahkan anda sebut saya katro jika memang begitu, karena mungkin anda pun katro jika belum pernah mengenalnya hingga saat ini. Lalu, di bulan Oktober 2007 itulah saya baru mulai mengenalnya. Ito Nana itu mengenalkan dirinya kepada saya, saat itu beliau sedang panik karena domain kebanggaannya itu habis masa berlakunya dan teman saya yang mengurusi domainya itu lupa untuk memperpanjangnya. Alhasil saya pun dikontak dan dimintai bantuan untuk menyanyakan soal kepanikannya tersebut. Itulah cerita singkat perkenalan saya dengan dirinya.

“Baru sekali nikah dan kapok untuk mengulanginya”, itu penggalan perkenalan yang pernah dia sampaikan. Beliau ini buat saya sudah cukup tua, lihat saja ciri khas rambutnya yang sudah memutih saya kira itu cukup menyimpulkan berapa usianya saat ini. Memiliki 2 orang putra yang pendiam dan riwil tapi tetap taat pada orang tuanya dan istrinya yang anggun itu ternyata bisa menakutkan buat lelaki berumur ini.

Dibulan Februari 2008 kembali saya harus berurusan dengan dirinya, kali ini soal mendandani blognya agar tampak lebih muda dan energik. Memang, dijaman ini tak hanya yang muda-mudi saja yang aneh, tua-tui pun ikut aneh, sudah tua kok minta agar tampak lebih muda? Ah, mungkin saja saat itu beliau sedang puber yang ntah kesekian. Proses pergantian tampilan blognya itu pun saya kerjakan di tempat hunian sementaranya. Tempat itu cukup nyaman dan memberikan inspirasi untuk perkerjaan ini, sehingga proses pergantian itu pun cepat terselesaikan yang diselingi jalan-jalan keluar rumah.

Pada saat itu saya mulai kenal lebih dekat dengan dirinya, karena saat itu saya berkomunikasi tatap muka langsung dengan dirinya. Biasanya frekuensi komunikasi kami lebih banyak dilakukan melalui media layar kaca ini. Perbincangan yang kami lakukan tak pernah serius, selalu bercanda dan tak lupa mengolok-olok orang lain karena itu yang membuat kami bangga akan diri sendiri. Sebelumnya saya sudah menerka kalo orang tua ini adalah percontohan orang tua dimasa depan. Lama kelamaan saya mulai yakin, “Yak! beliau ini manusia percontohan”.

Sesekali sempat saya mencobai beliau dengan beberapa pertanyaan yang mungkin cukup mengesalkan, tak percaya? Tanyakan saja pada tika dan miko, apa saja yang sempat saya tanyakan padanya. Saya memang suka mengesalkan jika bertanya, tapi beberapa pertanyaan itu biasanya akan berpengaruh terhadap cara pandang saya terhadap orang tersebut. Beberapa pertanyaan memang tak pernah dia jawab dengan serius dan beberapa pertanyaan dia jawab dengan singkat tanpa menjelaskannya, yah itu memang karakternya. Pertanyaan-pertanyaan itu ternyata tak cukup untuk mengecoh dan membuatnya kesal dan saya pun tidak bisa langsung menyimpulkan bagaimana cara pandang saya terhadap dirinya.

Perbincangan yang tak pernah serius, pertanyaan-pertanyaan yang tidak berhasil dan jawaban-jawaban yang cukup singkat ternyata tidak bisa membawa saya kepada kesimpulan kenapa saya bisa menjulukinya sebagai “manusia percontohan”. Aha! Ternyata setelah lama memahaminya baru saya menyadari ternyata ada satu hal yang membuat saya yakin akan julukan tadi. Sifat, watak dan tindakannya lah yang membuat saya kagum pada orang tua ini. Banyak hal yang bisa saya dapatkan setelah memahami sifat, watak dan tindakan beliau. Rasanya tak perlu anda langsung bertanya-tanya tentang dirinya, mungkin dia akan menjawabnya dengan singkat atau mungkin terdengar sedikit sombong akan dirinya sendiri. Bersahabatlah dengannya dan jadikanlah sifat, watak dan tindakannya itu sebagai ceriman pelajaran.

Sebenarnya tulisan ini mungkin tak pernah berarti buat anda apalagi saya tak punya kepintaran dalam menulis karena saya bukan jurnalis. Tapi disini saya cuma ingin mengenang dan mengucap terima kasih kepada beliau kerena saya tak pernah tau sampai kapan kami akan berjodoh. Jika kami sudah tidak lagi berjodoh mungkin tidak ada gunanya saya menuliskan ini, yang sama halnya dengan patung-patung pahlawan itu yang hanya jadi hiasan kota saja.

Terima kasih Lae! meski kau tau pernah mengajariku tapi sudah banyak ilmu yang sudah kudapat darimu.